Efektivitas Penggunaan Campuran Bawang Merah (Allium Cepa L.) Dan Minyak Kelapa (Cocos Nucifera) Dalam Meredakan Gejala Perut Kembung Pada Dewasa Muda

Authors

  • Oktovina Iwanggin Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Papua
  • Melan Mayampoh Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Papua
  • Yenniwati Sinag Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Papua

Keywords:

Bloating, Shallots, Coconut Oil, Young Adults, Traditional Therapy

Abstract

Abdominal bloating is a common digestive disorder frequently experienced by young adults due to irregular eating habits and stress. The use of herbal ingredients has become a popular alternative because they offer fewer side effects compared to chemical drugs. A mixture of shallots (Allium cepa L.) and coconut oil (Cocos nucifera) has long been used traditionally as a topical remedy to relieve bloating. Shallots contain sulfur compounds and flavonoids that act as carminatives to help expel gas, while coconut oil serves as a carrier medium that accelerates absorption through the skin and provides a warming effect. Analysis shows that applying this mixture topically to the abdominal area can significantly reduce bloating and discomfort. The results confirm that the effectiveness of this traditional therapy is supported by the pharmacological properties of natural ingredients capable of relaxing the muscles of the digestive tract.

References

Agoes, A. (2010). Tanaman Obat Indonesia: Buku 2. Jakarta: Salemba Medika.

Anwar, C., & Salima, R. (2016). Perubahan Fisiologis pada Sistem Pencernaan Akibat Akumulasi Gas: Tinjauan Klinis Meteorismus. Jurnal Kesehatan Gastrointestinal, 4(2), 88-95.

Bahrudin, M. (2017). Patofisiologi Nyeri (Free Pain). Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga, 13(1), 7-13.

Dewi, I. P. (2021). Manfaat Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) dalam Perawatan Kulit dan Kesehatan. Denpasar: Udayana University Press.

Fachriyah, E., & Kusrini, D. (2012). Identifikasi Senyawa Organosulfur pada Bawang Merah (Allium cepa L.) dan Efek Termogeniknya. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 15(3), 102-107.

Haryanto, S. (2014). Ensiklopedi Tanaman Obat Tradisional: Rahasia Kekayaan Alam Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Cerdas.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Jakarta: Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Lubis, M. Y. (2018). Efektivitas Pemberian Bawang Merah terhadap Penurunan Suhu Tubuh dan Relaksasi Otot. Jurnal Kebidanan Flora, 11(1), 45-52.

Nuryani, S., & Astuti, R. (2019). Penggunaan Media Topikal Berbasis Bahan Alam dalam Penanganan Masuk Angin pada Orang Dewasa. Jurnal Keperawatan Komunitas, 7(2), 210-218.

Price, S. A., & Wilson, L. M. (2012). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta: EGC.

Rukmana, R. (2015). Bawang Merah: Budidaya dan Pengolahan Pascapanen. Yogyakarta: Kanisius.

Setyonogroho, W. (2020). Metodologi Penelitian Kesehatan: Panduan Praktis Penelitian di Rumah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Subekti, S. (2013). Analisis Kandungan Asam Laurat pada Minyak Kelapa sebagai Carrier Oil dalam Pengobatan Tradisional. Jurnal Farmasi Klinik, 2(4), 156-162.

Syukur, C., & Hernani. (2011). Budi Daya Tanaman Obat Komersial. Jakarta: Penebar Swadaya.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Oktovina Iwanggin, Melan Mayampoh, & Yenniwati Sinag. (2025). Efektivitas Penggunaan Campuran Bawang Merah (Allium Cepa L.) Dan Minyak Kelapa (Cocos Nucifera) Dalam Meredakan Gejala Perut Kembung Pada Dewasa Muda. Prosiding Ilmu Kependidikan, 2(2), 44–52. Retrieved from https://propend.id/index.php/propend/article/view/44

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.